Bengkulu Tengah,mentaripagi.i-news.site – Rabu,11 Maret 2026, Dalam pembangunan rumah sekolah menggunakan angaran dana APBN harapan pemerintah mampu membuat bangunan yang layak bagi siswa-siswi generasi penerus anak bangsa, bukannya bangunan revitalisasi asal jadi, harapan kami selaku jurnalis, berharap agar pihak APH Segera memproses dengan adanya dugaan indikasi korupsi, dalam penggunaan angaran dana Revitalisasi bangunan sekolah.
Dengan ada pemberitaan ini berharap pihak APH segera turun ke lapangan segera cek- kroscek ke sekolah terkait dengan bangunan sekolah kuat dugaan adanya kesalahan dalam penggunaan dana revitalisasi di SD negeri 73 Benteng.
Kepada aparatur penegak hukum (APH). Permasalahan ini berkaitan dengan pembangunan dan renovasi fasilitas sekolah di Kecamatan Bang Haji, Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu, yang menggunakan anggaran lebih dari Rp238.000.000, berdasarkan pantauan awak media di lapangan tidak sesuai dengan pengguna angaran dana, kuat dugaan adanya indikasi korupsi.
Dana tersebut dialokasikan untuk renovasi ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan pembangunan fasilitas toilet. Namun, muncul dugaan praktik meraih keuntungan pribadi seiring dengan tidak adanya transparansi informasi yang diberikan oleh masyarakat dan guru. Selain itu, proses pelaksanaan juga tidak diikuti dengan rapat berjenjang, baik sebelum kegiatan pembangunan dimulai maupun setelah pekerjaan selesai.
Sampai saat ini, Kepala Sekolah SD negeri 73 Benteng belum memberikan keterangan, melalui via WhatsApp pun Kepala sekolah Ngan memberikan jawaban dan berdasarkan Laporan masyarakat terkait adanya dugaan penyalahan penggunaan angaran dana Revitalisasi dari APBN. Berdasarkan keterangan dari beberapa masyarakat yang memilih untuk tidak menyebutkan identitas mereka.
Disini masyarakat berharap kepada pihak APH Segera ambil tindakan dengan adanya dugaan penyelewengan penggunaan angaran berdasarkan laporan masyarakat demi kepentingan siswa-siswi sekolah SD negeri 73 Benteng dan dana revitalisasi sekolah ini bertujuan untuk generasi penerus bangsa Indonesia bukan untuk bangunan asal jadi.ujar masyarakat.
Iwandi.














